Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Ku Pastikan

Semua berawal dari sebuah temu yang kaku hingga perlahan menjadi hangat dan menyatu Awal yang tak pernah kuduga akan sedalam ini, lantas membuatku yakin kau seorang yang selama ini aku tunggu Saat semua berkata bahwa aku tak mampu, kau satu-satu nya yang berkata bahwa aku tak seperti itu Kau meyakini sepenuhnya tanpa merasa ragu dan tak takut keliru saat memandangku Lantas kali ini aku yang salah terhadapmu Semua hal buruk yang aku duga itu ada padamu nyatanya tak begitu Kau benar-benar baik bagiku, penyemangat yang jitu, tempat pulang ternyaman selama sejarahku Maafkan aku yang tak pernah bisa meredam emosimu dan terus meninggikan egoku Hingga sampailah pada titik dimana kau perlahan mulai tak peduli dan seakan ingin pergi dari hidupku; tapi kau menyangkal tentang itu * Aku tau semua yang dikatakan itu terbalik dengan yang kau inginkan Disisi lain aku berusaha memperbaiki, tapi kau bilang tak ada yang perlu diperbaiki Seolah tak peduli dan menyuruhku ag...

Salah Arti

Untuk kesekian kali yang datang lalu pergi. Jujur aku iri dengan mereka yang  berjanji. Dan tidak hanya menaruh hati; lantas menepati untuk tetap kembali Jujur, pada saat itu aku sudah merasa begitu di miliki. Tetapi aku salah memberi arti. Kali ini aku sangat keliru dan tertipu atas semua tingkahmu Kukira kau hanya baik kepadaku dan ingin selalu di sampingku. Nyatanya itu semu dan abu-abu Kau mungkin tak ingat siapa yang selalu menguatkan Dan disini aku tegas kan; orang itu adalah aku. Tanpa kau minta itu akan tetap diri ku Dan dulu saat aku meminta seorang penguat diri, aku lupa agar Tuhan tidak hanya memberi tapi juga menyudahi dengan satu; yaitu kamu Sekarang aku akan memperbaiki agar tidak seperti ini. Dan menyudahi yang terjadi agar tak terulang kembali Lalu untuk kesekian kali aku salah arti Bahwa bagimu tak ada sedikit pun rasa cinta dihati

Ku Pikir

Kau anggap aku berlebihan? Kau keliru terhadapku Kau hanya belum tau aku dan bahasaku Tapi tak apa; berarti aku salah menilaimu Kukira kau tak sama; faktanya nyata berbeda. Ku pikir aku telah berada pada fase berhasil menemukan Nyata nya menyakitkan Kupikir aku telah berhasil menemukan sosok impian Nyata nya kepalsuan Kau sebenarnya sedang apa? Membuat sebuah drama yang bisa kau lagakan didepan semua? Bukan begitu?; Lalu apa? Kupikir kau datang dengan semua kebahagiaan dan ikatan Ternyata hanya sebuah harapan yang membingungkan Kau bilang tak kan terjadi kesalahan Lantas aku ini apa? “ Pelampiasan ??”

Aku Lagi

Kau tak perlu berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa Kau tak perlu meng-iyakan cinta padahal tak iya Kau pikir aku sebodoh apa? Bilaku ceritakan semuanya, mungkin seisi dunia akan tertawa; menertawakan siapa? Aku? Tentu “ kamu ”. Kau sendiri yang selalu berusaha agar aku percaya Yang tadinya tak sedikit pun aku percaya menjadi percaya Kau bilang harus saling menjaga dan tak ada rahasia Tapi kau sendiri tak pernah bisa membuat hatiku lega Lalu apa? Setelah itu; kau buat kecewa. Sebenarnya kau pikir aku itu apa? Apa aku terlalu lugu untuk kau mainkan? Atau terlalu gampang kau dapatkan? Sehingga kau hancurkan kepercayaan. Dan iya; yang dulunya kau selalu berusaha agar aku tak kecewa Kini hanya berusaha agar diri-nya selalu bahagia Dan apa? lagi-lagi aku yang “ terluka”.